Jakarta, 2 November 2025– Di tengah tren makanan sehat yang semakin digemari, puding labu kuning dengan sentuhan santan muncul sebagai hidangan penutup sederhana yang menggabungkan cita rasa tradisional Indonesia dengan manfaat nutrisi tinggi. Resep ini, yang populer di kalangan ibu rumah tangga dan pecinta kuliner rumahan, menawarkan tekstur lembut dan rasa manis gurih yang tak terlupakan, sekaligus mendukung kesehatan pencernaan serta imunitas tubuh. Laporan terbaru dari Detik Food menyoroti kemudahan membuatnya di rumah, menggunakan bahan lokal yang murah dan mudah didapat.
Labu kuning, atau waluh, bukan sekadar bahan camilan biasa. Kaya akan beta-karoten, vitamin A, vitamin C, serta serat, buah ini membantu meningkatkan penglihatan, memperkuat sistem kekebalan, dan mencegah konstipasi. Menurut ahli gizi dari Kementerian Kesehatan, konsumsi rutin labu kuning dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 15% berkat kandungan antioksidannya yang melawan radikal bebas. Saat dikombinasikan dengan santan, puding ini menjadi sumber lemak sehat yang menambah rasa creamy tanpa menambah kalori berlebih—ideal untuk diet seimbang di era pasca-pandemi di mana kesadaran nutrisi melonjak 25% menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024.
Resep puding labu kuning santan yang dibagikan Detik Food sangat praktis, hanya butuh 30 menit persiapan. Bahan utamanya meliputi 500 gram labu kuning kukus yang dihaluskan, 600 ml santan kental, 100 gram gula pasir, 1 sachet agar-agar plain, dan sejumput garam. Cara membuatnya: Kukus labu hingga empuk, haluskan dengan blender, campur dengan santan, gula, dan agar-agar yang dilarutkan dalam 200 ml air. Masak hingga mendidih sambil diaduk, tuang ke cetakan, lalu dinginkan di kulkas hingga set. Sajikan dingin untuk sensasi lumer yang menyegarkan, opsional siram vla santan tambahan dari 100 ml santan, 2 sdm maizena, dan gula secukupnya.
Tren ini tak lepas dari pengaruh media sosial, di mana video resep serupa di TikTok seperti dari akun @lis.achmady atau @taunyacumanmasak telah ditonton jutaan kali sejak 2024, menampilkan variasi seperti puding labu dengan susu full cream atau biji chia untuk tambahan serat. Di Indonesia, labu kuning diproduksi melimpah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dengan harga stabil Rp5.000–Rp10.000 per kg di pasar tradisional. Namun, pakar memperingatkan untuk memilih labu segar tanpa pestisida dan membatasi santan bagi penderita kolesterol tinggi, guna menjaga manfaat kesehatannya.
Puding labu kuning santan bukan hanya nostalgia kuliner Nusantara—seperti kolak atau getuk—tapi juga adaptasi modern untuk gaya hidup sehat. Cocok untuk takjil Ramadan mendatang atau camilan harian anak-anak, hidangan ini mendukung gerakan "makan lokal" yang didorong pemerintah. Coba buat sendiri hari ini; dengan rasa manis alami dan tekstur lembut, puding ini bisa jadi favorit keluarga yang bergizi tanpa ribet.