Iklan

AI Dominasi Kutipan Ilmiah Abad 21: 10 Artikel Teratas Ungkap Metode dan Inovasi yang Bentuk Era Digital

Saturday, November 1, 2025, November 01, 2025 WIB Last Updated 2025-12-03T18:59:51Z
masukkan script iklan disini
Jakarta, 2 November 2025– Kecerdasan buatan (AI) semakin menancapkan kukunya sebagai bidang penelitian paling berpengaruh di abad ke-21, dengan artikel-artikel tentang metode dan perangkat lunak AI mendominasi daftar kutipan ilmiah terbanyak. Analisis terbaru dari jurnal Nature mengungkap 10 karya ilmiah paling banyak disitasi sejak 2000, di mana topik AI bukan hanya primadona, tapi juga fondasi bagi kemajuan sains global, dari pengobatan hingga iklim [detik.com](https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/d-7921839/10-artikel-ilmiah-paling-banyak-dikutip-pada-abad-21-topik-ai-jadi-primadona).

Menariknya, daftar ini tidak didominasi penemuan sensasional seperti vaksin mRNA atau CRISPR, melainkan karya-karya metodologis yang menjadi "alat andalan" para ilmuwan. Peringkat pertama ditempati makalah "Deep Residual Learning for Image Recognition" (ResNet) oleh Kaiming He dkk. dari Microsoft Research pada 2016, yang dikutip hingga 254.074 kali di berbagai database seperti Web of Science dan Google Scholar [tempo.co](https://www.tempo.co/sains/10-karya-ilmiah-yang-paling-banyak-dikutip-pada-abad-ke-21-1233928). Makalah ini memperkenalkan jaringan saraf tiruan yang memungkinkan pelatihan model AI lebih dalam, merevolusi pengenalan gambar dan aplikasi seperti mobil otonom.

Posisi kedua dan ketiga juga dari ranah AI: "ImageNet Classification with Deep Convolutional Neural Networks" (AlexNet) oleh Alex Krizhevsky dkk. (2012) dengan 200.000+ kutipan, serta "Attention Is All You Need" (Transformers) oleh Vaswani dkk. (2017) yang menjadi dasar model bahasa seperti GPT [prabumulihpos.bacakoran.co](https://prabumulihpos.bacakoran.co/read/17797/dari-ai-hingga-kanker-inilah-10-makalah-ilmiah-paling-berpengaruh-abad-ini). "Transformers ini mengubah paradigma pemrosesan bahasa alami, memungkinkan AI memahami konteks panjang dan mendukung kemajuan seperti ChatGPT," kata Prof. Yoshua Bengio, salah satu pionir AI, dalam wawancara dengan Nature [nature.com](https://www.nature.com/articles/d41586-025-01126-8).

Daftar lengkap mencakup delapan artikel AI dari total 10, termasuk "Random Forests" (2001) oleh Leo Breiman untukBERT: Pre-training of Deep Bidirectional Transformers" (2018) yang meningkatkan akurasi pencarian Google [linkedin.com](https://www.linkedin.com/pulse/top-ten-most-cited-papers-21st-century-deep-analysis-uzwyshyn-ph-d--y0rxc). Sisanya meliputi metode laboratorium seperti kuantifikasi PCR dan kristalografi SHELX, tapi tren jelas: AI mendominasi karena kemampuannya menganalisis data besar, memprediksi pola, dan mempercepat penelitian lintas disiplin [eduped.org](https://eduped.org/en/2025/07/13/10-most-popular-scientific-articles-century-ai-topics-center-stage/).

Fenomena ini mencerminkan ledakan riset AI sejak 2010, dengan publikasi global melonjak 30 kali lipat hingga 2024 menurut Stanford AI Index [hai.stanford.edu](https://hai.stanford.edu/ai-index/2025-ai-index-report). Di Indonesia, tren serupa terlihat di universitas seperti ITB dan UI, di mana penelitian AI tentang pertanian dan kesehatan dikutip ribuan kali, didorong kebijakan pemerintah untuk literasi digital [goodstats.id](https://goodstats.id/article/tren-publikasi-ai-global-siapa-yang-unggul-dalam-riset-paling-berpengaruh-wiuch). Namun, pakar memperingatkan etika: "Kutipan tinggi tak selalu berarti dampak positif; AI harus diimbangi regulasi untuk hindari bias," ujar Dr. Rina Susanti dari Universitas Indonesia.

Ke depan, tren 2025 diprediksi fokus pada agen AI otonom dan integrasi dengan kehidupan sehari-hari, seperti solusi krisis iklim [liputan6.com](https://www.liputan6.com/tekno/read/5872732/6-tren-ai-yang-bakal-ramai-di-2025-makin-terintegrasi-dengan-kehidupan-manusia). Analisis Nature ini menggarisbawahi bagaimana AI tak hanya alat, tapi pendorong utama inovasi abad 21, menginspirasi generasi ilmuwan muda untuk berkontribusi pada masa depan berkelanjutan.
Komentar

Tampilkan

Terkini