Seoul, — Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memerintahkan uji coba rudal hipersonik sebagai respons atas ketegangan geopolitik global termasuk aksi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela yang menuai kecaman internasional. Uji coba ini dipandang sebagai upaya memperkuat daya tangkal dan menunjukkan kemampuan militer negara tersebut di tengah dinamika global yang memanas.
Menurut laporan media resmi Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), uji coba rudal tersebut bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan operasional dan kemampuan sistem persenjataan hipersonik yang dimiliki negara itu. Kim menekankan pentingnya meningkatkan kekuatan nuklir dan persenjataan untuk menghadapi “krisis geopolitik internasional yang rumit.”
Kim juga menegaskan bahwa upaya pengembangan dan pengujian rudal hipersonik merupakan bagian dari strategi pertahanan nasional yang tak terelakkan, terutama dalam menghadapi tekanan dan aksi militer oleh kekuatan besar seperti AS. Pihak Korut melihat tindakan AS di Venezuela sebagai alasan yang mempertegas kebutuhan Korut untuk memperkuat kemampuan pertahanannya.
Peluncuran rudal ini terjadi di tengah komentar keras Pyongyang atas operasi militer AS di Venezuela, yang dianggap oleh Korea Utara sebagai pelanggaran kedaulatan negara lain. Pernyataan kritik ini sekaligus mencerminkan semakin meningkatnya friksi antara Pyongyang dan Washington di arena internasional.
Apa itu Rudal Hipersonik?
Rudal hipersonik adalah jenis senjata yang mampu terbang pada kecepatan sangat tinggi (lebih dari lima kali kecepatan suara) dengan kemampuan manuver yang membuatnya sulit untuk dideteksi dan dicegat sistem pertahanan konvensional. (Istilah teknis ini berasal dari penjelasan umum tentang sistem hipersonik, bukan secara spesifik dari artikel sumber.)
Sumber Berita (Source):
CNBC Indonesia, “Kim Jong Un Tembakkan Rudal Hipersonik Usai Kecam Aksi AS di Venezuela” (5 Januari 2026) — https://www.cnbcindonesia.com/news/20260105055542-4-699525/kim-jong-un-tembakkan-rudal-hipersonik-usai-kecam-aksi-as-di-venezuela

