Iklan

Terjerat Kasus Penggelapan Dana Konser TWICE: Bos Mecimapro Fransiska Dwi Melani Ditahan, Kenakan Baju Tahanan Oranye

Sunday, November 2, 2025, November 02, 2025 WIB Last Updated 2025-11-02T11:49:54Z
masukkan script iklan disini
Jakarta, 2 November 2025– Fransiska Dwi Melani, Direktur PT Melani Citra Permata (Mecimapro), promotor konser K-pop ternama di Indonesia, resmi ditahan oleh penyidik Polda Metro Jaya. Penahanan ini dilakukan setelah Melani ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dana investasi konser grup K-pop TWICE senilai Rp 12,3 miliar, yang sebelumnya dilaporkan oleh PT Media Inspirasi Bangsa (MIB) [detik.com](https://www.detik.com/pop/korean-wave/d-8190096/penampakan-melani-bos-mecimapro-pakai-baju-tahanan-oranye).


Melani terlihat mengenakan baju tahanan berwarna oranye saat digiring oleh petugas kepolisian. Pakaian oranye ini, yang sudah menjadi standar seragam tahanan di Indonesia dan berbagai negara, dipilih karena warnanya yang cerah dan mencolok, sehingga memudahkan identifikasi jika terjadi upaya pelarian.

Kasus ini bermula dari kerja sama antara Mecimapro dan PT MIB untuk penyelenggaraan konser TWICE di Jakarta pada 23 Desember 2023. Namun, dana investasi yang disalurkan oleh PT MIB diduga tidak digunakan sebagaimana mestinya, sehingga memicu laporan ke Polda Metro Jaya.

Penahanan Melani dilakukan setelah penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkannya sebagai tersangka.

Kronologi kasus ini menunjukkan bahwa Melani Mecimapro dilaporkan atas dugaan penipuan atau perbuatan curang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 dan 372 KUHP. Ia sempat mendapatkan somasi sebanyak tiga kali dari PT MIB sebelum akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.


Kasus yang menimpa salah satu promotor besar di industri K-pop ini sontak menjadi sorotan publik, khususnya para penggemar K-pop di Indonesia. Anggota DPR RI pun menyerukan agar kasus ini menjadi "alarm keras" bagi seluruh promotor di Indonesia untuk tidak main-main dalam menyelenggarakan konser dan kegiatan publik. "Ini bukan hanya soal manajemen acara, tetapi juga soal nama baik Indonesia di mata dunia," tegas mereka.

Penahanan Melani Mecimapro ini diharapkan dapat memberikan kejelasan hukum bagi para pihak yang dirugikan dan menjadi pelajaran penting bagi industri promotor musik di Tanah Air. Sementara itu, penggemar K-pop menantikan bagaimana perkembangan lebih lanjut dari kasus yang menyeret promotor yang kerap mendatangkan artis K-pop papan atas ke Indonesia ini. 
Komentar

Tampilkan

Terkini