Jakarta, 6 Oktober 2025 – Penutupan spektakuler Plaza Indonesia Fashion Week (PIFW) 2025 menjadi panggung istimewa bagi desainer muda Indonesia, Wilsen Willim, yang menghadirkan koleksi demi-couture perdananya bertajuk "Napas". Koleksi ini bukan hanya perayaan kehidupan melalui helaian kain, tetapi juga harmoni budaya Asia yang terjalin dalam sentuhan fashion kontemporer, menggabungkan warisan Nusantara dengan elemen modern yang global.
Wilsen Willim, yang dikenal sebagai pelopor rok batik high waist yang dipadukan dengan kebaya model janggan, kembali menunjukkan dedikasinya terhadap pelestarian wastra Nusantara. Koleksi "Napas" terinspirasi dari esensi kehidupan—setiap helaan napas sebagai denyut jiwa—dan menampilkan lebih dari 20 look yang memadukan teknik patchwork, laser cut, drapery, lipit, serta sulaman jelujur. Kain-kain seperti tenun sutra liar dari maestro Simon 'Lenan' Setijoko dan batik lawas yang direstorasi menjadi elemen utama, menciptakan siluet minimalis dengan sentuhan origami yang dramatis.
Dalam wawancara pasca-show, Wilsen menjelaskan bahwa koleksi ini merefleksikan perjalanan pribadinya dari seni rupa ke dunia fashion, di mana ia menyelamatkan batik lawas dari kepunahan pasca-kerusuhan 1998. "Napas adalah perenungan tentang hubungan tubuh dan jiwa, di mana budaya Asia—dari peranakan hingga tenun Nusantara—berpadu dengan estetika kontemporer untuk menciptakan harmoni yang tak terbatas," ujarnya. Penampilan ini menonjolkan kontras antara keanggunan lembut dan kekuatan struktural, dengan warna-warna netral seperti putih dan hitam yang melambangkan keheningan dan vitalitas [idntimes.com.
Koleksi ini melanjutkan inovasi Wilsen yang telah dilirik selebriti seperti Luna Maya, Maudy Ayunda, Raisa, dan Chelsea Islan, serta kolaborasi terbarunya seperti dengan Oemah Etnik dalam "Siklus 3.0" yang menjadikan batik sebagai busana sehari-hari. Sebelumnya, ia merilis koleksi edisi terbatas untuk Lunar New Year 2025 yang memadukan motif klasik Tiongkok dengan sentuhan Nusantara, serta "Garis Waktu" bersama Dear Me Beauty yang mereminis gaya awal kariernya.
Acara di Plaza Indonesia ini juga menegaskan posisi Wilsen sebagai desainer yang meredefinisi batik melalui siluet bersih dan high fashion, dari panggung Cannes hingga festival JF3 2024 dengan koleksi "Lintas Waktu" berbasis sutra liar. Koleksi "Napas" kini tersedia secara eksklusif di butik Wilsen Willim dan Galeries Lafayette, menjanjikan kelanjutan misi pelestarian budaya Asia melalui mode berkelanjutan yang relevan secara global.